Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 November 2013
In:
Puisi
Belum Tau Judulnya
Terik
mentari melelehkan hati yang beku
Lebih
baik aku menundukan kepala
agar
mataku tak lepas kendali
memperhatikan
tingkah insan yang tak sepatutnya ku tatap
Miris
merasakan keringatku mengucur
Keringat
dari ubun-ubun kepala,
mengalir
di lengan, di sekujur tubuhku
Bukan
terbakar teriknya siang,
melainkan
keringat ini kurasakan meleleh karna pedihnya kalbuku
Kubiarkan
semua ini berlalu,
Kubiarkan
semua ini menjadi suatu bagian dalam hidupku yang harus kulalui
Tidak
untuk menikmatinya,
melainkan
rasa yang berderu dan ambisi yang menggebu
Bukan
hak yang mudah mengikuti kata hati
Namun
inilah sebuah misi dan intuisi setiap insani.
Sabtu, 26 Oktober 2013
In:
Puisi
Air Mata
Yang ku tahu,
Tuhan tak pernah tidur
Yang ku tahu,
Tuhan mengerti apapun
Mengerti yang indah.
dan mengerti yang gundah.
Ketika aku merindukannya, ku tumpahkan dengan air mata
Ketika aku mengingatnya, ku luapkan melalui doa
Berharap Tuhan memahami arti air mata dan doa ku
Ketika semua perlahan berubah
Aku berusaha menikmati perubahannya
Tapi tak bisa
Yang dinikmati adalah kebahagiaan
Bagaimana jika yang datang hanya luka?
Luka yang semakin lama semakin menganga
Luka yang sulit pulih karena air mata bunda.
Teruslah kuat wahai hati dan jiwaku
Berusahalah terang langitku
Itu yang selalu kukatakan ketika langit mendung
ketika sulitnya membendung hujan
ketika sulitnya membendung air mata
Langganan:
Postingan (Atom)
